Sebelum menggunakan Auto Clotting Time Tester, petugas laboratorium harus memastikan seluruh peralatan telah siap dan bersih. Pastikan area kerja bebas dari kontaminasi dan alat dalam kondisi menyala serta terkalibrasi dengan benar.
Pemeriksaan Ketersediaan Reagen
Langkah selanjutnya adalah memeriksa ketersediaan reagen koagulasi yang diperlukan, seperti tromboplastin atau calcium chloride, tergantung pada jenis uji yang akan dilakukan (PT, APTT, atau TT). Reagen harus berada pada suhu penyimpanan yang sesuai dan belum melewati masa kedaluwarsa.
Persiapan Sampel Darah
Pengambilan sampel darah dilakukan dengan prosedur aseptik menggunakan tabung natrium sitrat 3,2%. Darah harus dikocok perlahan untuk mencegah pembentukan bekuan mikro dan dikirim ke laboratorium secepat mungkin, idealnya dalam waktu 2 jam.
Pemeriksaan Kualitas Sampel
Sebelum digunakan, sampel harus diperiksa dari kemungkinan hemolisis, lipemia, atau icterus, karena kondisi ini dapat mempengaruhi hasil analisis waktu pembekuan. Sampel yang rusak harus dibuang dan diambil ulang.
Sentrifugasi Plasma
Sampel kemudian disentrifugasi dengan kecepatan yang sesuai (biasanya 1500–2000 g selama 10–15 menit) untuk mendapatkan plasma sitrat. Pastikan tidak ada kontaminasi sel darah merah yang tersisa dalam plasma.
Pengaturan Alat
Petugas menyalakan Auto Clotting Time Tester dan memilih jenis tes yang akan dilakukan pada antarmuka alat. Pengaturan seperti suhu inkubasi dan waktu pencampuran harus disesuaikan sesuai SOP laboratorium atau instruksi pabrik.
Penambahan Reagen ke Alat
Reagen yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam slot reagen pada alat. Sistem otomatis biasanya akan mengenali jenis reagen melalui barcode atau ID, dan secara otomatis menyesuaikan volume yang digunakan.
Pemuatan Sampel
Plasma hasil sentrifugasi dimasukkan ke dalam posisi yang sesuai di Auto Clotting Time Tester. Pada beberapa model, alat akan mengambil volume plasma secara otomatis, sementara pada model lain, petugas perlu mengatur volume secara manual.
Proses Inkubasi
Setelah pencampuran reagen dan sampel, alat akan menjalankan proses inkubasi otomatis pada suhu 37°C. Tahap ini penting untuk mensimulasikan kondisi fisiologis tubuh sebelum proses koagulasi diukur.
Deteksi Pembentukan Fibrin
Auto Clotting Time Tester akan memantau perubahan viskositas atau hamburan cahaya untuk mendeteksi terbentuknya fibrin. Ini adalah penanda waktu pembekuan, yang akan dihitung secara presisi oleh sistem.
Pembacaan dan Interpretasi Hasil
Hasil akan muncul pada layar alat dalam satuan detik. Hasil ini kemudian dibandingkan dengan nilai referensi normal laboratorium untuk menilai apakah terjadi gangguan pembekuan atau tidak.
Dokumentasi Hasil
Setelah pembacaan selesai, hasil harus segera dicetak atau disimpan dalam sistem LIS (Laboratory Information System). Dokumentasi digital memungkinkan pelacakan hasil pasien dan riwayat pemeriksaan lebih mudah.
Pembersihan dan Shutdown Alat
Setelah selesai digunakan, bagian dalam alat yang bersentuhan dengan reagen dan sampel perlu dibersihkan menggunakan larutan pembersih yang direkomendasikan. Jangan lupa matikan alat dengan prosedur yang benar untuk menjaga umur pemakaian alat.
Evaluasi Internal Kualitas
Secara rutin, petugas harus melakukan kontrol kualitas internal menggunakan control plasma untuk memastikan alat memberikan hasil yang akurat. Bila diperlukan, dilakukan kalibrasi ulang sesuai jadwal yang ditentukan pabrik.
Kesimpulan
Penggunaan Auto Clotting Time Tester yang tepat mengikuti langkah-langkah sistematis sangat penting untuk memastikan keakuratan hasil dan keamanan kerja di laboratorium. Dengan memperhatikan setiap tahap, mulai dari persiapan hingga dokumentasi, laboratorium dapat menjamin kualitas pemeriksaan hemostasis yang andal dan efisien.
