POCT HbA1c (Point-of-Care Testing untuk Hemoglobin A1c) telah menjadi solusi praktis dalam skrining dan pemantauan diabetes.

Kesalahan Umum dalam Penggunaan POCT HbA1c dan Cara Menghindarinya

POCT HbA1c (Point-of-Care Testing untuk Hemoglobin A1c) telah menjadi solusi praktis dalam skrining dan pemantauan diabetes. Namun, agar hasilnya akurat dan dapat diandalkan, penggunaan alat ini harus mengikuti prosedur dengan cermat. Sayangnya, masih banyak kesalahan umum yang kerap terjadi di lapangan.

Pengambilan Sampel yang Tidak Sesuai

Salah satu kesalahan paling umum adalah pengambilan sampel darah yang tidak tepat. Misalnya, penggunaan darah kapiler yang terlalu sedikit atau tercampur cairan lain dapat menghasilkan pembacaan yang salah. Solusinya adalah pelatihan ulang tenaga medis untuk teknik pengambilan darah yang benar dan bersih.

Cartridge Kadaluarsa

Beberapa operator lalai memeriksa tanggal kedaluwarsa cartridge. Cartridge yang sudah melewati masa pakainya bisa memberikan hasil yang tidak akurat. Selalu pastikan stok diperiksa secara berkala dan FIFO (first in first out) diterapkan dalam penyimpanan bahan habis pakai.

Penyimpanan Reagen yang Tidak Sesuai

Reagen dan cartridge yang disimpan di suhu ekstrem atau terkena cahaya langsung bisa mengalami degradasi kualitas. Reagen harus disimpan sesuai instruksi produsen, umumnya pada suhu ruangan yang stabil dan jauh dari sinar matahari.

Kalibrasi yang Terlupakan

Kalibrasi alat seringkali diabaikan, terutama jika alat masih “berfungsi normal.” Padahal, alat bisa mengalami pergeseran nilai dari waktu ke waktu. Kalibrasi rutin — sesuai jadwal produsen — adalah langkah penting untuk menjaga keakuratan hasil.

Mengabaikan Quality Control (QC)

Beberapa pengguna tidak melakukan QC sebelum memulai pemeriksaan harian. Ini berisiko besar karena QC bertujuan memastikan alat bekerja dengan baik. QC seharusnya dijalankan minimal setiap hari atau setiap kali ada pergantian cartridge batch.

Salah Interpretasi Hasil

POCT HbA1c memberikan angka yang harus diinterpretasikan dengan acuan klinis yang tepat. Namun, masih ada petugas kesehatan yang menyamakan interpretasi nilai HbA1c dengan glukosa sewaktu. Pelatihan berkala untuk memahami batasan dan arti angka HbA1c sangat penting.

Tidak Memperhatikan Kondisi Pasien

Beberapa kondisi seperti anemia, hemoglobinopati, atau penyakit ginjal bisa memengaruhi akurasi hasil HbA1c. Petugas perlu mengenali kondisi-kondisi ini dan menindaklanjuti hasil yang mencurigakan dengan metode laboratorium referensi.

Penggunaan Alat oleh Petugas yang Belum Terlatih

Kurangnya pelatihan formal sering mengakibatkan prosedur dijalankan secara keliru. Alat mungkin tampak mudah digunakan, tetapi pemahaman detail tentang cara kerja dan interpretasi tetap diperlukan untuk menghindari kesalahan fatal.

Tidak Mencatat atau Melaporkan Anomali

Jika hasil tidak sesuai dengan kondisi klinis pasien, operator harus mencatat dan melaporkannya. Namun, hal ini sering diabaikan. Sistem pelaporan hasil abnormal sebaiknya dibangun agar evaluasi mutu dapat dilakukan secara berkala.

Tidak Mengikuti SOP Penggunaan

Beberapa fasilitas tidak memiliki SOP tertulis, atau jika ada, tidak dijalankan. SOP penting untuk memastikan setiap operator menjalankan prosedur yang sama dan terstandar, dari pengambilan sampel hingga pencatatan hasil.

Alat Digunakan Melebihi Kapasitas

POCT HbA1c dirancang untuk volume tertentu. Penggunaan berlebihan tanpa waktu istirahat atau perawatan rutin bisa menurunkan kinerja alat. Pastikan jadwal perawatan dijalankan sesuai petunjuk produsen.

Tidak Menindaklanjuti Hasil Meragukan

Jika hasil terlihat terlalu tinggi atau rendah dan tidak sesuai dengan gejala pasien, seringkali operator tidak melakukan pengulangan atau rujukan. Hasil yang mencurigakan sebaiknya diulang atau dikonfirmasi dengan metode laboratorium.

Gangguan Listrik atau Sistem Error

Listrik yang tidak stabil atau gangguan sistem alat bisa menyebabkan hasil tidak terekam dengan benar. Gunakan UPS (Uninterruptible Power Supply) dan lakukan backup data secara rutin untuk mencegah kehilangan informasi penting.

Kurangnya Evaluasi dan Audit Internal

Tanpa evaluasi berkala, kesalahan bisa terus terulang. Fasilitas kesehatan perlu melakukan audit penggunaan POCT HbA1c, termasuk ketepatan hasil, kepatuhan prosedur, dan efektivitas pelaporan.

Kesimpulan: Penggunaan Cermat adalah Kunci

POCT HbA1c sangat bermanfaat untuk pelayanan cepat dan efisien. Namun, kesalahan dalam penggunaannya bisa berdampak serius terhadap diagnosis dan pengobatan. Dengan pelatihan rutin, SOP yang ketat, serta pengawasan mutu berkelanjutan, alat ini bisa memberikan hasil yang andal dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *