Saat diare, sistem pencernaan menjadi lebih sensitif. Mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak tepat bisa memperburuk gejala, memperpanjang durasi diare, bahkan menyebabkan dehidrasi lebih parah.
Makanan Berlemak Tinggi Memperparah Diare
Makanan seperti gorengan, santan kental, dan daging berlemak sulit dicerna oleh usus saat diare. Kandungan lemak yang tinggi dapat merangsang kontraksi usus dan membuat feses semakin encer.
Produk Olahan Susu Perlu Dihindari Sementara
Susu, keju, dan yoghurt mengandung laktosa yang bisa sulit dicerna ketika saluran cerna sedang terganggu. Bahkan orang yang tidak memiliki intoleransi laktosa bisa mengalami perburukan gejala saat diare.
Makanan Pedas Menyebabkan Iritasi Usus
Senyawa capsaicin dalam cabai bisa mempercepat gerakan usus dan menimbulkan iritasi. Mengonsumsi makanan pedas saat diare justru bisa menimbulkan rasa panas di perut dan meningkatkan frekuensi buang air besar.
Makanan Berserat Kasar Bisa Memicu Gas
Sayuran mentah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan mengandung serat tidak larut yang sulit dicerna. Saat diare, serat kasar bisa menambah volume feses dan menyebabkan kembung atau nyeri perut.
Minuman Berkafein Bersifat Diuretik
Kopi, teh kental, dan minuman berenergi mengandung kafein yang bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memperparah dehidrasi. Selain itu, kafein dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus.
Minuman Bersoda dan Berkarbonasi Tidak Dianjurkan
Minuman bersoda bisa menyebabkan perut kembung dan mendorong gas di saluran cerna. Kandungan gula tinggi juga dapat menarik air ke dalam usus dan memperburuk konsistensi tinja.
Jus Buah Asam Bisa Menambah Masalah
Jus jeruk, nanas, atau mangga mengandung asam alami yang bisa mengiritasi sistem pencernaan. Selain itu, kadar gula yang tinggi pada jus bisa mempercepat transit makanan di usus.
Gula dan Pemanis Buatan Mempercepat Gerak Usus
Makanan manis atau yang mengandung sorbitol, xylitol, dan manitol—umumnya terdapat pada permen bebas gula atau produk diet—bisa menyebabkan diare karena sifat osmotiknya yang menarik cairan ke usus.
Alkohol Mengganggu Penyerapan Cairan
Alkohol bersifat diuretik dan dapat menghambat penyerapan nutrisi dan cairan di usus. Mengonsumsi alkohol saat diare sangat berisiko mempercepat terjadinya dehidrasi.
Makanan Cepat Saji Sarat Risiko
Burger, ayam goreng, dan makanan cepat saji lainnya biasanya tinggi lemak, garam, dan aditif. Semua itu bisa memperberat kerja usus dan memperpanjang proses pemulihan diare.
Hindari Buah Tertentu yang Mengandung Sorbitol
Buah seperti apel, pir, dan plum mengandung gula alkohol alami bernama sorbitol. Dalam kondisi usus yang lemah, sorbitol bisa menimbulkan efek laksatif dan memperparah diare.
Makanan Bersaus dan Berbumbu Tajam
Saus sambal, saus tomat, dan bumbu instan mengandung bahan kimia, garam tinggi, dan zat asam yang bisa menimbulkan peradangan pada usus yang sedang iritasi akibat diare.
Cokelat Bisa Memicu Kontraksi Usus
Kandungan kafein dan gula dalam cokelat bisa memicu gerakan usus yang tidak stabil. Meski tampak ringan, cokelat sebaiknya dihindari hingga kondisi pencernaan benar-benar pulih.
Kesimpulan: Selektiflah dalam Memilih Makanan
Menghindari makanan dan minuman tertentu saat diare adalah langkah penting untuk mempercepat penyembuhan. Pilih makanan lembut, rendah serat, dan tidak memicu iritasi untuk membantu proses pemulihan.
