Urine culture bottle adalah alat diagnostik sensitif yang harus ditangani secara hati-hati. Penyimpanan yang salah dapat merusak sampel dan menghasilkan hasil yang tidak akurat, sehingga pemahaman tentang prosedur penyimpanan sangat penting.
Gunakan Botol yang Masih dalam Kemasan Steril
Pastikan urine culture bottle yang digunakan belum pernah dibuka dan masih tersegel rapat. Botol yang sudah terbuka atau kadaluwarsa tidak boleh digunakan karena risiko kontaminasi sangat tinggi.
Simpan di Tempat Sejuk dan Kering Sebelum Digunakan
Sebelum digunakan, simpan botol pada suhu ruangan yang sejuk (sekitar 15–25°C), jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan tinggi. Hindari menyimpannya di tempat yang panas atau lembap.
Hindari Paparan Langsung Sinar Matahari
Paparan sinar matahari dapat merusak media pertumbuhan dalam botol. Botol yang terkena cahaya langsung berisiko menurunkan efektivitas kultur mikroorganisme yang akan diperiksa.
Jangan Bekukan Sampel Urine
Sampel urine yang sudah dimasukkan ke dalam botol tidak boleh dibekukan. Suhu beku akan merusak struktur bakteri dan menyebabkan hasil kultur menjadi tidak akurat.
Simpan Sementara di Lemari Es Jika Terlambat Dikirim
Jika pengiriman ke laboratorium tertunda lebih dari 1 jam, simpan urine culture bottle di lemari es dengan suhu sekitar 2–8°C. Ini membantu memperlambat pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.
Hindari Guncangan Berlebihan
Saat menyimpan dan membawa urine culture bottle, hindari mengguncang atau menjatuhkan botol. Guncangan dapat menyebabkan gelembung udara atau pencampuran yang tidak diinginkan pada media.
Tutup Botol Harus Rapat dan Bersih
Pastikan tutup botol tertutup rapat dan tidak ada kebocoran. Tutup yang longgar atau bocor bisa menyebabkan kontaminasi atau kehilangan sebagian sampel.
Gunakan Wadah Pengaman Selama Transportasi
Selama pengiriman, letakkan urine culture bottle dalam wadah khusus atau kotak pengaman yang mencegah pecah atau tumpah. Gunakan bantalan atau busa untuk menjaga stabilitas botol.
Sertakan Label dan Formulir Identitas
Setiap botol harus diberi label identitas yang jelas (nama pasien, tanggal lahir, waktu pengambilan) dan disertai formulir permintaan pemeriksaan dari dokter untuk mencegah kekeliruan.
Kirim ke Laboratorium dalam 1–2 Jam
Idealnya, sampel harus sampai ke laboratorium dalam waktu 1–2 jam setelah pengambilan. Semakin cepat dikirim, semakin tinggi kualitas dan keakuratan hasil kultur.
Hindari Kontak Langsung dengan Cairan dalam Botol
Selama penyimpanan dan pengiriman, pastikan botol tidak bocor atau terkena cairan di luar. Botol yang kotor atau lembap di bagian luar harus dibersihkan sebelum diserahkan ke laboratorium.
Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa Botol
Sebelum digunakan, selalu periksa tanggal kedaluwarsa pada botol. Menggunakan botol yang sudah kadaluarsa dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dalam kultur.
Simpan di Posisi Tegak
Selalu simpan dan transportasikan botol dalam posisi tegak untuk menghindari tumpahan. Posisi tegak juga menjaga media tetap berada di dasar botol dan tidak tercampur udara.
Koordinasikan dengan Laboratorium Tujuan
Pastikan laboratorium tujuan siap menerima dan memproses sampel begitu diterima. Koordinasi yang baik menghindari penumpukan atau keterlambatan dalam proses analisis.
