Sejak awal pandemi, tes swab hidung atau tenggorokan menjadi metode utama dalam mendeteksi COVID-19. Namun, banyak orang mengeluhkan ketidaknyamanan dari prosedur tersebut. Kehadiran tes air liur menawarkan solusi alternatif yang lebih mudah, praktis, dan ramah bagi pasien, tanpa mengurangi manfaat dalam deteksi dini virus.
Prosedur yang Lebih Nyaman
Salah satu keunggulan utama tes air liur adalah kenyamanan. Tes swab nasofaring sering menimbulkan rasa tidak enak, bahkan sakit pada sebagian orang. Sebaliknya, tes air liur hanya memerlukan sampel saliva yang dikumpulkan dengan cara meludah ke wadah, sehingga tidak menimbulkan rasa sakit maupun rasa takut.
Mengurangi Risiko Paparan untuk Tenaga Medis
Pada tes swab, tenaga kesehatan harus mendekat langsung ke pasien untuk mengambil sampel, yang berpotensi meningkatkan risiko paparan virus. Tes air liur memungkinkan pasien mengumpulkan sampelnya sendiri, sehingga interaksi fisik dengan tenaga medis lebih minimal dan lebih aman.
Kemudahan dalam Pengambilan Sampel
Tes swab memerlukan keterampilan khusus dari tenaga medis agar pengambilan sampel tepat sasaran. Sebaliknya, tes air liur bisa dilakukan dengan lebih sederhana dan tidak memerlukan pelatihan rumit. Bahkan, dalam beberapa kondisi, pasien dapat melakukannya secara mandiri dengan panduan yang jelas.
Efisiensi dalam Screening Massal
Ketika ribuan orang harus diperiksa, tes air liur menjadi solusi yang jauh lebih efisien. Proses pengumpulan sampelnya lebih cepat, tidak membutuhkan banyak tenaga medis, dan dapat dilakukan di lokasi dengan fasilitas terbatas. Hal ini membuatnya ideal untuk screening massal di sekolah, kantor, atau area publik.
Kenyamanan untuk Kelompok Rentan
Anak-anak, lansia, atau individu dengan kondisi kesehatan tertentu sering kali kesulitan menjalani tes swab karena prosedurnya tidak nyaman. Tes air liur jauh lebih ramah bagi kelompok ini, sehingga meningkatkan kepatuhan dalam menjalani pemeriksaan berkala.
Minim Alat Medis yang Rumit
Tes swab memerlukan stik swab steril dan prosedur khusus untuk memastikan hasil akurat. Tes air liur hanya membutuhkan wadah steril dan alat uji cepat, sehingga logistiknya lebih sederhana. Hal ini mengurangi beban distribusi alat medis, terutama di daerah dengan akses terbatas.
Kecepatan Hasil yang Setara
Sama seperti tes antigen berbasis swab, rapid test air liur juga mampu memberikan hasil dalam waktu 10 hingga 20 menit. Efisiensi waktu ini sangat bermanfaat dalam situasi yang membutuhkan keputusan cepat, misalnya perjalanan, acara besar, atau pemeriksaan di tempat kerja.
Lebih Ramah Psikologis
Bagi sebagian orang, rasa takut terhadap prosedur swab bisa menjadi hambatan untuk melakukan pemeriksaan. Tes air liur lebih ramah secara psikologis karena tidak melibatkan alat yang masuk ke tubuh, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam testing.
Biaya yang Lebih Terjangkau
Tes air liur cenderung lebih murah dibandingkan tes PCR dan sebanding dengan tes antigen swab. Dengan biaya yang lebih terjangkau, pemeriksaan bisa dilakukan lebih sering, sehingga deteksi dini kasus positif dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pengurangan Limbah Medis
Setiap tes swab menghasilkan limbah medis berupa stik swab sekali pakai. Dalam jumlah besar, ini dapat menambah beban pengelolaan limbah medis. Tes air liur menggunakan wadah sederhana yang lebih sedikit menghasilkan limbah, sehingga lebih ramah lingkungan.
Potensi Pemantauan Mandiri
Tes air liur membuka peluang untuk pemantauan mandiri di rumah, terutama dengan adanya test kit yang tersedia secara luas. Hal ini memungkinkan seseorang melakukan pemeriksaan cepat tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan, yang pada akhirnya mengurangi beban layanan kesehatan.
Adaptasi Teknologi yang Semakin Maju
Teknologi dalam tes air liur terus berkembang, sehingga akurasinya semakin mendekati standar PCR. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam kondisi tertentu, tes saliva mampu mendeteksi virus dengan sensitivitas tinggi, terutama pada fase awal infeksi.
Keterbatasan yang Tetap Ada
Meskipun memiliki banyak keunggulan, tes air liur tetap memiliki keterbatasan, misalnya sensitivitasnya bisa menurun pada pasien tanpa gejala atau dengan viral load rendah. Oleh karena itu, hasil negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan infeksi, dan tes PCR tetap dibutuhkan untuk konfirmasi.
Kesimpulan: Alternatif yang Efisien dan Ramah Pasien
Tes air liur memberikan banyak keunggulan dibandingkan tes swab, terutama dalam hal kenyamanan, efisiensi, dan keamanan. Walaupun belum sepenuhnya menggantikan PCR, metode ini terbukti menjadi solusi praktis yang meningkatkan partisipasi masyarakat dalam deteksi COVID-19. Dengan pemanfaatan yang tepat, tes saliva dapat menjadi bagian penting dari strategi pengendalian pandemi.
