Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mencuci tangan sebelum pengambilan urin.

Kesalahan Umum saat Menggunakan Urine Culture Bottle dan Cara Menghindarinya

Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak mencuci tangan sebelum pengambilan urin. Tangan yang tidak bersih bisa menyebabkan kontaminasi silang antara kulit, alat, dan sampel.

Pengambilan Sampel Tanpa Membersihkan Area Genital

Kebersihan area genital sangat penting sebelum pengambilan urin. Tidak membersihkan dengan benar dapat menyebabkan masuknya flora normal kulit ke dalam sampel, yang membuat hasil tes tidak akurat.

Tidak Menggunakan Teknik Midstream

Banyak orang mengambil urin dari awal aliran (first catch), padahal metode yang disarankan adalah midstream. Awal aliran bisa mengandung bakteri dari uretra, bukan dari kandung kemih.

Menyentuh Mulut Botol Kultur dengan Jari

Menyentuh bagian dalam tutup atau mulut botol urine culture bottle bisa menyebabkan kontaminasi. Selalu pegang hanya bagian luar botol dan tutup dengan hati-hati.

Menggunakan Botol yang Tidak Steril

Penggunaan botol bekas atau botol yang terbuka terlalu lama membuat media di dalamnya terpapar udara dan bisa tercemar mikroorganisme lain, yang mempengaruhi keakuratan hasil.

Mengisi Botol Terlalu Penuh atau Terlalu Sedikit

Jumlah urin yang tidak sesuai standar (terlalu banyak atau terlalu sedikit) bisa menyebabkan kegagalan pertumbuhan atau hasil yang tidak representatif. Gunakan volume yang dianjurkan laboratorium, biasanya 10–20 mL.

Tidak Menyimpan Sampel Sesuai Petunjuk

Sampel yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan sebelum dikirim ke laboratorium bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebihan. Simpan sementara dalam lemari es jika pengiriman tertunda lebih dari 1 jam.

Tidak Memberikan Label Identitas

Sampel tanpa label atau identifikasi bisa tertukar dengan milik pasien lain. Pastikan semua botol diberi label nama, tanggal lahir, dan waktu pengambilan sampel.

Mengabaikan Waktu Pengambilan yang Tepat

Pengambilan urin sebaiknya dilakukan pagi hari, saat konsentrasi bakteri dalam kandung kemih lebih tinggi. Mengambil sampel pada waktu acak dapat menurunkan sensitivitas deteksi.

Menggunakan Obat Antibiotik Sebelum Pemeriksaan

Jika pasien sudah mengonsumsi antibiotik sebelum pengambilan sampel, maka hasil kultur bisa negatif palsu. Jika memungkinkan, hentikan antibiotik selama 48 jam sebelum pengambilan, sesuai instruksi dokter.

Tidak Mengaduk Sampel Jika Diperlukan

Pada beberapa jenis botol kultur, sampel harus dikocok pelan agar urin bercampur merata dengan media. Mengabaikan langkah ini bisa mengurangi kemampuan deteksi bakteri.

Pengiriman Sampel yang Terlambat

Sampel yang dikirim terlambat ke laboratorium bisa menurunkan kualitas pemeriksaan karena beberapa bakteri mati atau tumbuh berlebihan. Kirim secepatnya dalam waktu 1–2 jam setelah pengambilan.

Tidak Mematuhi Petunjuk Pabrik

Tiap merek urine culture bottle memiliki prosedur spesifik. Mengabaikan petunjuk pabrik—seperti suhu penyimpanan atau waktu kadaluarsa—bisa menghasilkan kesalahan hasil.

Salah Menutup Botol

Botol yang tidak ditutup rapat bisa menyebabkan tumpahan atau kontaminasi dari udara luar. Pastikan botol tertutup dengan kencang sebelum dikirim ke laboratorium.

Mengabaikan Konsultasi Hasil

Kesalahan bukan hanya pada tahap teknis. Tidak berkonsultasi dengan dokter setelah hasil keluar bisa membuat pasien tidak mendapatkan penanganan yang sesuai, meskipun hasil sudah akurat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *