Penggunaan pengawet dalam pengumpulan urin 24 jam sangat penting untuk menjaga stabilitas sampel hingga tiba di laboratorium.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Pengawet dalam Pengumpulan Urin 24 Jam

Penggunaan pengawet dalam pengumpulan urin 24 jam sangat penting untuk menjaga stabilitas sampel hingga tiba di laboratorium. Sayangnya, masih banyak pasien yang melakukan kesalahan selama proses pengumpulan, sehingga hasil pemeriksaan bisa menjadi tidak akurat. Memahami kesalahan umum ini akan membantu pasien menghindarinya.

Membuang Cairan Pengawet

Kesalahan paling sering terjadi adalah pasien mengira cairan di dalam wadah adalah kotoran atau tidak diperlukan, lalu membuangnya sebelum mengisi urin. Padahal, cairan itu adalah pengawet yang menjaga kualitas sampel. Tanpa pengawet, urin bisa cepat rusak dan hasil tes menjadi tidak valid.

Mengisi Urin Tidak dari Awal

Ada pasien yang lupa memulai pengumpulan dari waktu yang ditentukan, misalnya tidak membuang urin pertama di pagi hari atau justru langsung mengisi tanpa mengikuti instruksi. Akibatnya, waktu pengumpulan tidak lagi tepat 24 jam dan hasil pemeriksaan bisa bias.

Menggunakan Wadah Lain

Beberapa pasien menuangkan pengawet atau urin ke dalam wadah lain yang dianggap lebih praktis. Padahal, wadah yang diberikan laboratorium dirancang khusus untuk penyimpanan sampel medis. Wadah lain berisiko terkontaminasi dan merusak sampel.

Tidak Mencampur Urin dengan Pengawet

Setelah urin ditambahkan ke dalam wadah, sampel sebaiknya digoyang pelan agar bercampur dengan pengawet. Jika tidak, sebagian urin bisa tetap tidak terlindungi dari kerusakan kimia maupun pertumbuhan bakteri.

Membiarkan Wadah Terbuka

Wadah urin yang dibiarkan terbuka terlalu lama dapat menyebabkan penguapan, masuknya kotoran, hingga mengurangi efektivitas pengawet. Wadah harus selalu ditutup rapat setelah setiap kali menambahkan urin.

Menyentuh Cairan Pengawet

Banyak pasien tidak menyadari bahwa cairan pengawet, seperti asam klorida atau formalin, bisa berbahaya jika terkena kulit. Menyentuhnya langsung tanpa sarung tangan atau menuangkannya ke luar bisa menimbulkan iritasi.

Mengabaikan Penyimpanan yang Dianjurkan

Meski sudah ada pengawet, wadah tetap sebaiknya disimpan di tempat sejuk atau dalam kulkas. Kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan wadah di suhu ruang terlalu lama, sehingga beberapa zat dalam urin tetap terdegradasi.

Mengisi Melebihi Kapasitas

Wadah pengumpulan biasanya memiliki kapasitas tertentu. Jika pasien mengisi melebihi kapasitas, urin bisa tumpah dan mencemari area sekitar. Selain itu, volume urin yang berlebihan tanpa penanganan benar bisa menurunkan efektivitas pengawet.

Tidak Mengikuti Instruksi Laboratorium

Laboratorium biasanya memberi instruksi tertulis tentang cara penggunaan wadah dan pengawet. Kesalahan yang sering terjadi adalah pasien hanya mengandalkan ingatan tanpa membaca ulang instruksi. Hal ini bisa menyebabkan langkah-langkah penting terlewat.

Mengambil Sampel Urin Pertama dan Terakhir yang Salah

Beberapa pasien lupa bahwa urin pertama di pagi hari harus dibuang, sementara urin terakhir di pagi hari berikutnya justru harus dikumpulkan. Kesalahan ini akan membuat waktu pengumpulan tidak lengkap 24 jam.

Tidak Menandai Identitas dengan Benar

Kesalahan administratif seperti lupa memberi label identitas pada wadah juga sering terjadi. Hal ini bisa membingungkan pihak laboratorium dan berisiko membuat hasil tertukar dengan pasien lain.

Menunda Pengiriman ke Laboratorium

Setelah pengumpulan selesai, ada pasien yang menunda mengirimkan sampel ke laboratorium selama beberapa jam atau bahkan sehari. Padahal, meskipun ada pengawet, semakin lama sampel dibiarkan maka kualitasnya tetap bisa menurun.

Menganggap Semua Tes Butuh Pengawet

Kesalahan lainnya adalah asumsi bahwa semua pemeriksaan urin 24 jam memerlukan pengawet. Padahal, ada jenis tes yang justru lebih baik tanpa pengawet, misalnya tes kreatinin, yang hanya membutuhkan pendinginan.

Kesimpulan

Kesalahan dalam penggunaan pengawet bisa berdampak besar terhadap keakuratan hasil pemeriksaan. Dengan memahami kesalahan umum, seperti membuang pengawet, salah waktu pengumpulan, hingga tidak menyimpan wadah dengan benar, pasien dapat lebih hati-hati. Kepatuhan pada instruksi laboratorium tetap menjadi kunci utama keberhasilan pemeriksaan urin 24 jam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *