Pemeriksaan blood culture atau kultur darah adalah metode penting dalam mendiagnosis infeksi darah, terutama pada kasus bakteremia dan sepsis.

Perbandingan Berbagai Sistem Blood Culture: Mana yang Paling Efisien?

Pemeriksaan blood culture atau kultur darah adalah metode penting dalam mendiagnosis infeksi darah, terutama pada kasus bakteremia dan sepsis. Dengan berkembangnya teknologi, kini tersedia berbagai sistem blood culture otomatis maupun semiotomatis yang dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi deteksi mikroorganisme.


Tujuan Perbandingan Sistem Blood Culture

Perbandingan antar sistem ini bertujuan untuk menilai efisiensi, sensitivitas, waktu deteksi, hingga keandalan hasil kultur. Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh dalam pemilihan sistem yang digunakan oleh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit dengan kasus infeksi berat.


Sistem Konvensional: Masih Relevankah?

Metode konvensional manual blood culture masih digunakan di beberapa tempat, terutama dengan keterbatasan anggaran. Namun, kekurangan utamanya adalah waktu deteksi yang lebih lama (hingga 5-7 hari), risiko kontaminasi tinggi, serta tidak tersedianya pemantauan otomatis terhadap pertumbuhan mikroba.


Sistem Otomatis: BacT/ALERT (bioMérieux)

Salah satu sistem yang populer secara global adalah BacT/ALERT dari bioMérieux. Sistem ini menggunakan sensor warna dan inkubator otomatis yang mendeteksi produksi CO₂ dari mikroba. Keunggulannya terletak pada waktu deteksi cepat (12–24 jam) dan kemampuan memproses banyak sampel sekaligus.


Sistem Otomatis: BACTEC (BD Diagnostics)

BACTEC adalah sistem lain yang sangat terkenal, terutama karena akurasi tinggi dan kecepatan deteksinya. BACTEC menggunakan teknologi fluorescence untuk mendeteksi CO₂. Dalam beberapa penelitian, BACTEC menunjukkan waktu deteksi yang sangat cepat untuk bakteri gram negatif.


Sistem VersaTREK (Thermo Fisher)

VersaTREK menggunakan pengukuran tekanan gas dalam botol kultur, bukan CO₂. Sistem ini dapat bekerja dengan volume sampel kecil dan fleksibel dalam jumlah spesimen. Keunggulannya adalah kemudahan penggunaan dan kemampuan mendeteksi berbagai jenis mikroba, termasuk anaerob.


Lamanya Waktu Deteksi: Faktor Penentu Efisiensi

Waktu deteksi menjadi parameter utama dalam efisiensi. Sistem seperti BACTEC dan BacT/ALERT mampu memberikan hasil dalam 12–24 jam untuk sebagian besar patogen, sementara sistem manual bisa mencapai 3–5 hari. Semakin cepat hasil, semakin cepat pula terapi yang dapat diberikan pada pasien.


Sensitivitas dan Spesifisitas Hasil

Sensitivitas tinggi diperlukan agar tidak terjadi false negative, terutama pada infeksi berat. Studi menunjukkan bahwa sistem otomatis seperti BACTEC dan BacT/ALERT memiliki sensitivitas lebih dari 95%. Selain itu, sistem ini juga mampu membedakan kontaminan dari patogen sejati dengan algoritma software pendukung.


Kemudahan Operasional dan Penggunaan SDM

Sistem otomatis membutuhkan pelatihan awal namun setelahnya relatif mudah digunakan. BacT/ALERT dan BACTEC memiliki antarmuka user-friendly dan otomatisasi penuh, yang mengurangi kesalahan teknis manusia. Ini berbeda dengan sistem manual yang sangat tergantung pada operator.


Biaya Pengadaan dan Operasional

Dari sisi investasi, sistem otomatis seperti BACTEC dan BacT/ALERT memang membutuhkan biaya awal yang besar. Namun, efisiensi waktu, hasil akurat, dan pengurangan rawat inap akibat diagnosis yang lebih cepat justru membuatnya lebih hemat secara jangka panjang.


Dukungan Teknologi dan Integrasi Data

Sistem modern memungkinkan integrasi langsung dengan LIS (Laboratory Information System) rumah sakit. Hal ini mempermudah pelaporan dan analisis data. BacT/ALERT dan BACTEC memiliki fitur pelaporan otomatis, sementara sistem manual harus dicatat dan dianalisis secara manual.


Pemeliharaan dan Kalibrasi Sistem

Sistem otomatis juga lebih stabil dari sisi kualitas, selama dilakukan kalibrasi dan perawatan berkala. Produsen seperti BD dan bioMérieux menyediakan dukungan teknis penuh serta sistem alarm untuk kesalahan mesin atau suhu inkubator yang tidak stabil.


Kapasitas dan Throughput Sampel

Rumah sakit besar tentu membutuhkan sistem dengan kapasitas besar. BacT/ALERT 3D dan BACTEC FX dapat menangani ratusan sampel per hari. Sebaliknya, sistem manual hanya cocok untuk laboratorium dengan volume rendah dan kecepatan bukan prioritas utama.


Fleksibilitas Media Kultur

Setiap sistem memiliki varian botol kultur tersendiri, mulai dari botol untuk anaerob, aerob, jamur, hingga pediatric bottle. BACTEC memiliki jenis media yang cukup lengkap, sementara BacT/ALERT unggul dalam media bebas bahan penghambat antibiotik.


Kesimpulan: Mana yang Paling Efisien?

Jika efisiensi dinilai dari kecepatan, sensitivitas, automasi, dan integrasi data, maka BACTEC dan BacT/ALERT adalah sistem paling efisien untuk laboratorium modern. VersaTREK memberikan fleksibilitas dalam penggunaan volume kecil, dan sistem manual tetap bisa digunakan untuk skala kecil. Pemilihan sistem terbaik harus disesuaikan dengan kebutuhan klinis, anggaran, dan volume sampel di masing-masing fasilitas kesehatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *