Pandemi COVID-19 membuat kebutuhan akan pemeriksaan yang cepat, akurat, dan nyaman semakin meningkat.

Cara Kerja Saliva Rapid Test untuk COVID-19: Mudah dan Efisien

Pandemi COVID-19 membuat kebutuhan akan pemeriksaan yang cepat, akurat, dan nyaman semakin meningkat. Salah satu inovasi yang banyak digunakan adalah saliva rapid test, yaitu metode deteksi virus melalui air liur. Tes ini dianggap lebih mudah dan efisien dibandingkan metode swab yang menggunakan alat panjang ke hidung atau tenggorokan.

Apa Itu Saliva Rapid Test?

Saliva rapid test adalah metode deteksi COVID-19 yang menggunakan sampel air liur untuk menemukan keberadaan antigen virus SARS-CoV-2. Dengan cara ini, pasien tidak perlu menjalani prosedur invasif seperti swab nasofaring, sehingga pengalaman tes menjadi lebih ramah dan praktis.

Prinsip Dasar Pemeriksaan

Tes ini bekerja berdasarkan deteksi antigen virus yang ada dalam air liur. Alat rapid test memiliki strip khusus yang bereaksi dengan protein virus. Jika antigen ditemukan, akan muncul garis pada alat uji, menandakan hasil positif.

Langkah Pertama: Pengumpulan Sampel

Proses dimulai dengan pengumpulan air liur dari pasien. Pasien diminta untuk meludah ke wadah steril atau menggunakan alat khusus yang dirancang untuk menyerap saliva. Proses ini biasanya hanya memerlukan waktu beberapa menit.

Persiapan Sebelum Pengambilan Sampel

Untuk memastikan hasil yang akurat, pasien tidak boleh makan, minum, merokok, atau mengunyah permen karet sekitar 30 menit sebelum pengambilan sampel. Hal ini penting karena sisa makanan atau cairan bisa mengganggu hasil tes.

Pemrosesan Sampel

Air liur yang sudah terkumpul kemudian dicampur dengan cairan buffer khusus. Cairan ini berfungsi menstabilkan sampel dan membantu melepaskan antigen virus agar bisa terdeteksi oleh strip tes dengan lebih jelas.

Penerapan pada Alat Tes

Beberapa tetes sampel yang telah dicampur buffer kemudian diteteskan ke perangkat uji cepat. Strip pada alat akan mulai bekerja dan memunculkan hasil dalam kurun waktu 10 hingga 20 menit, tergantung produk yang digunakan.

Interpretasi Hasil

Alat rapid test biasanya menampilkan garis kontrol (C) sebagai indikator bahwa tes valid, dan garis tes (T) untuk menandakan adanya antigen virus. Jika hanya garis kontrol yang muncul, hasilnya negatif. Jika kedua garis muncul, hasilnya positif.

Keunggulan Dibandingkan Metode Swab

Saliva rapid test lebih disukai karena tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menimbulkan iritasi, dan bisa dilakukan dengan pengawasan minimal. Hal ini membuatnya lebih ramah untuk anak-anak, lansia, maupun individu yang merasa tidak nyaman dengan metode swab tradisional.

Efisiensi Waktu

Hasil tes dapat diketahui dalam waktu singkat, bahkan kurang dari 20 menit. Kecepatan ini sangat membantu dalam situasi yang membutuhkan keputusan segera, seperti perjalanan, kegiatan sekolah, atau screening di tempat kerja.

Penerapan dalam Screening Massal

Karena mudah dilakukan, tes saliva sering digunakan dalam program screening massal. Prosesnya lebih cepat dan tidak membutuhkan tenaga medis dalam jumlah besar, sehingga lebih efisien untuk memeriksa banyak orang sekaligus.

Keterbatasan yang Perlu Diketahui

Walaupun praktis, saliva rapid test memiliki keterbatasan. Sensitivitasnya mungkin lebih rendah dibandingkan PCR, terutama pada pasien tanpa gejala atau dengan jumlah virus rendah. Oleh karena itu, hasil negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan infeksi.

Kapan Tes Ini Sebaiknya Digunakan?

Tes saliva cocok digunakan untuk deteksi awal, screening rutin, atau keperluan perjalanan yang membutuhkan hasil cepat. Namun, untuk diagnosis pasti terutama pada kasus yang meragukan, tes PCR tetap menjadi standar emas.

Keamanan bagi Tenaga Medis

Karena pasien bisa mengambil sampel sendiri, risiko paparan bagi tenaga medis berkurang. Hal ini sangat penting dalam upaya perlindungan tenaga kesehatan yang berada di garis depan penanganan pandemi.

Kesimpulan: Mudah, Cepat, dan Efisien

Saliva rapid test memberikan solusi deteksi COVID-19 yang mudah, nyaman, dan efisien. Meskipun memiliki keterbatasan, tes ini tetap menjadi alat penting dalam strategi pencegahan dan pengendalian pandemi. Dengan penggunaan yang tepat, saliva rapid test dapat membantu mempercepat identifikasi kasus dan menekan penyebaran virus.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *