Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan lansia yang sering kali memiliki gejala lebih samar. Leukocyte Esterase Test Strip menjadi salah satu alat sederhana yang dapat digunakan di rumah untuk membantu mendeteksi kemungkinan infeksi. Namun, penggunaannya pada kelompok usia ini memerlukan perhatian khusus.
Pentingnya Deteksi Dini pada Anak
Pada anak, ISK sering kali tidak langsung dikenali karena gejalanya bisa menyerupai gangguan lain. Demam tanpa sebab jelas, rewel, atau enggan makan bisa menjadi tanda awal. Oleh karena itu, pemeriksaan urin sederhana dapat membantu orang tua mengetahui kemungkinan infeksi sejak dini.
Risiko ISK pada Lansia
Pada lansia, ISK dapat muncul dengan gejala yang tidak khas, misalnya kebingungan mendadak, penurunan nafsu makan, atau lemah tubuh. Menggunakan Leukocyte Esterase Test Strip di rumah bisa membantu keluarga atau perawat melakukan skrining awal sebelum infeksi berkembang lebih berat.
Cara Kerja Leukocyte Esterase Test
Test strip ini mendeteksi keberadaan enzim leukocyte esterase yang diproduksi oleh sel darah putih dalam urin. Kehadiran enzim tersebut menunjukkan adanya respon tubuh terhadap infeksi atau peradangan di saluran kemih.
Panduan Pengambilan Sampel pada Anak
Untuk anak kecil, pengambilan urin perlu dilakukan dengan hati-hati. Gunakan wadah steril, sebaiknya saat anak sudah siap buang air kecil. Hindari penggunaan popok yang dapat mencemari sampel karena berisiko memberikan hasil palsu.
Panduan Pengambilan Sampel pada Lansia
Pada lansia yang masih dapat buang air kecil mandiri, sampel sebaiknya diambil dari aliran tengah (midstream). Jika pasien menggunakan kateter, pengambilan urin perlu dilakukan sesuai prosedur medis agar hasil tidak terkontaminasi.
Interpretasi Hasil pada Anak
Jika test menunjukkan hasil positif pada anak dengan gejala demam atau rewel, segera konsultasikan ke dokter. ISK pada anak dapat merusak ginjal bila tidak segera ditangani dengan tepat.
Interpretasi Hasil pada Lansia
Hasil positif pada lansia harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis, karena ISK bisa memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada, misalnya diabetes atau penyakit jantung. Jangan hanya mengandalkan test strip untuk mengambil keputusan terapi.
Kapan Tes Perlu Dilakukan di Rumah
Tes mandiri dapat dilakukan jika anak atau lansia menunjukkan gejala yang mencurigakan, atau pada pasien dengan riwayat ISK berulang. Pemeriksaan ini sebaiknya dianggap sebagai langkah awal, bukan sebagai diagnosis final.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Hindari penggunaan sampel urin lama atau terkontaminasi. Selain itu, jangan mengandalkan test strip sebagai satu-satunya acuan tanpa mempertimbangkan gejala klinis yang dialami pasien.
Kombinasi dengan Nitrit Test
Pada beberapa strip, pemeriksaan leukocyte esterase digabung dengan nitrit test. Kombinasi ini meningkatkan akurasi deteksi ISK, sehingga lebih bermanfaat dalam pemeriksaan di rumah.
Kapan Harus Segera ke Dokter
Jika anak mengalami demam tinggi atau lansia menunjukkan penurunan kesadaran, meskipun hasil test negatif, segera cari pertolongan medis. Hasil negatif tidak selalu menyingkirkan kemungkinan infeksi.
Keterbatasan Pemeriksaan Mandiri
Perlu dipahami bahwa test strip tidak bisa menggantikan kultur urin yang dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan mandiri hanya berfungsi sebagai deteksi awal dan bukan penentu terapi antibiotik.
Manfaat untuk Keluarga
Meskipun terbatas, Leukocyte Esterase Test Strip dapat membantu keluarga lebih cepat mengambil langkah pencegahan dan konsultasi medis. Hal ini dapat mengurangi risiko komplikasi serius dari ISK, terutama pada kelompok usia rentan.
Kesimpulan
Leukocyte Esterase Test Strip dapat menjadi alat bantu bermanfaat dalam pemeriksaan mandiri pada anak dan lansia. Dengan cara penggunaan yang benar, hasilnya bisa membantu keluarga mengenali infeksi sejak dini. Namun, tindak lanjut medis tetap menjadi langkah terpenting untuk memastikan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
