Capillary tube dengan heparin adalah alat kecil berbentuk tabung yang digunakan untuk mengumpulkan sampel darah kapiler, terutama untuk pemeriksaan seperti hematokrit.

Langkah-Langkah Menggunakan Capillary Tube dengan Heparin Secara Aman

Capillary tube dengan heparin adalah alat kecil berbentuk tabung yang digunakan untuk mengumpulkan sampel darah kapiler, terutama untuk pemeriksaan seperti hematokrit. Heparin berfungsi sebagai antikoagulan untuk mencegah darah membeku sebelum dianalisis.

Persiapan Sebelum Penggunaan

Sebelum mulai menggunakan capillary tube, teknisi harus menyiapkan semua perlengkapan seperti sarung tangan, alkohol swab, lancet, kapas steril, dan alat sentrifuge. Pastikan semua alat berada dalam kondisi steril dan berfungsi dengan baik.

Gunakan Sarung Tangan dan Jaga Kebersihan

Keselamatan pengguna adalah prioritas utama. Sarung tangan harus dipakai untuk melindungi diri dari paparan darah. Pastikan juga area kerja bersih dan bebas dari kontaminan untuk menjaga sterilitas sampel.

Identifikasi Pasien dan Label Sampel

Sebelum pengambilan darah, pastikan identitas pasien sesuai dan beri label pada capillary tube atau tempat penyimpanan. Ini untuk menghindari kesalahan identifikasi yang dapat berakibat fatal.

Pilih Titik Tusuk yang Tepat

Untuk pengambilan darah kapiler, titik tusuk biasanya di ujung jari atau tumit (pada bayi). Area tersebut harus dibersihkan dengan alkohol dan dikeringkan dengan kapas steril agar tidak mengganggu sampel darah.

Lakukan Tusukan dengan Lancet

Gunakan lancet steril untuk membuat tusukan kecil. Pastikan tusukan cukup dalam agar darah mengalir dengan lancar, namun tetap memperhatikan kenyamanan pasien.

Biarkan Darah Mengalir Tanpa Dipaksa

Jangan memijat terlalu keras area sekitar luka karena dapat mencampur darah dengan cairan jaringan, yang dapat mengganggu hasil analisis. Biarkan darah mengalir secara alami.

Isi Capillary Tube dengan Heparin

Tempatkan ujung capillary tube ke tetesan darah. Tube akan mengisi sendiri melalui gaya kapiler. Pastikan darah mengisi setidaknya dua pertiga dari panjang tabung untuk akurasi hasil.

Tutup Salah Satu Ujung Capillary Tube

Setelah tabung terisi, segera tutup salah satu ujungnya dengan sealing clay atau bahan penutup lain yang sesuai. Ini untuk mencegah darah keluar saat proses sentrifugasi.

Cegah Gelembung Udara dalam Tabung

Saat mengisi capillary tube, hindari terbentuknya gelembung udara karena dapat menyebabkan kesalahan pengukuran. Isi darah harus terus menerus dan tanpa celah udara.

Lakukan Sentrifugasi Sesuai Prosedur

Tempatkan capillary tube yang sudah diisi dan ditutup ke dalam rotor sentrifuge dengan posisi yang benar. Jalankan sentrifuge sesuai waktu dan kecepatan yang dianjurkan untuk memisahkan komponen darah.

Gunakan Alat Pelindung Selama Sentrifugasi

Selalu gunakan pelindung mata saat mengoperasikan sentrifuge. Jika tabung pecah akibat tekanan, pelindung mata akan mencegah cedera dari pecahan kaca atau cipratan darah.

Baca Hasil dengan Hati-Hati

Setelah sentrifugasi selesai, baca hasil hematokrit atau pengukuran lainnya sesuai metode. Jangan buka tutup tabung secara sembarangan untuk menghindari tumpahan darah.

Buang Limbah Sesuai Prosedur

Setelah selesai, buang capillary tube bekas ke dalam tempat sampah medis tajam (safety box). Jangan membuangnya ke tempat sampah biasa karena berisiko menularkan penyakit.

Dokumentasikan dan Simpan Data

Catat hasil pemeriksaan dengan teliti, baik secara manual maupun digital. Penyimpanan data yang rapi sangat penting untuk tindak lanjut pasien dan keperluan audit laboratorium.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *