Penyimpanan sampel urin merupakan tahap penting dalam pemeriksaan laboratorium.

Tips Menyimpan Sampel Urin di Sterile Container agar Tidak Terkontaminasi

Penyimpanan sampel urin merupakan tahap penting dalam pemeriksaan laboratorium. Meski pengambilan dilakukan dengan benar, hasil bisa saja menjadi tidak valid jika penyimpanan tidak sesuai prosedur. Oleh karena itu, penggunaan sterile urine container harus dibarengi dengan cara penyimpanan yang tepat agar sampel tetap bersih dan tidak terkontaminasi.

Gunakan Wadah Steril yang Belum Terbuka

Pastikan wadah yang digunakan benar-benar masih tersegel dan belum pernah dipakai. Membuka wadah jauh sebelum waktu pengambilan sampel dapat meningkatkan risiko kontaminasi oleh debu, mikroba, atau partikel asing.

Cuci Tangan Sebelum Mengambil Sampel

Kebersihan tangan menjadi faktor utama dalam menjaga sterilitas sampel. Sebelum membuka wadah, pasien wajib mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mengurangi risiko masuknya bakteri atau kotoran ke dalam sampel.

Ambil Sampel dengan Metode Midstream

Agar lebih akurat, sampel sebaiknya diambil menggunakan metode midstream, yaitu menampung urin setelah aliran pertama keluar. Langkah ini membantu mengurangi kontaminasi dari bakteri yang berada di saluran kemih bagian luar.

Tutup Wadah Segera Setelah Diisi

Setelah sampel dimasukkan ke dalam wadah steril, pastikan tutup wadah segera dipasang rapat. Membiarkan wadah terbuka terlalu lama memungkinkan masuknya udara, debu, dan bakteri yang dapat mengganggu hasil analisis.

Simpan di Suhu yang Tepat

Sampel urin tidak boleh disimpan pada suhu ruangan terlalu lama. Jika tidak segera dibawa ke laboratorium, sebaiknya disimpan di lemari pendingin pada suhu 2–8°C untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Hindari Paparan Cahaya Langsung

Paparan sinar matahari atau cahaya lampu berlebihan dapat merusak komponen kimia dalam urin, misalnya glukosa atau bilirubin. Oleh karena itu, wadah sampel sebaiknya disimpan di tempat gelap atau dalam wadah tertutup.

Jangan Memindahkan Sampel ke Wadah Lain

Sampel urin harus tetap berada dalam sterile container hingga sampai ke laboratorium. Memindahkan sampel ke wadah lain dapat menyebabkan kontaminasi dan membuat hasil pemeriksaan tidak dapat dipercaya.

Berikan Label yang Jelas

Sampel urin harus diberi label berisi nama pasien, tanggal, dan waktu pengambilan. Label yang jelas membantu mencegah tertukar dan memastikan analisis dilakukan pada sampel yang benar.

Hindari Penyimpanan Terlalu Lama

Sampel urin idealnya segera diperiksa dalam waktu kurang dari 2 jam. Jika harus menunggu lebih lama, penyimpanan dalam lemari es sangat dianjurkan untuk menjaga kestabilan komponen dalam sampel.

Perhatikan Instruksi dari Laboratorium

Beberapa jenis pemeriksaan urin, seperti kultur atau pemeriksaan hormon, memiliki aturan penyimpanan khusus. Pasien perlu mengikuti instruksi yang diberikan laboratorium untuk memastikan hasilnya akurat.

Jangan Menyentuh Bagian Dalam Wadah

Saat membuka atau menutup wadah, hindari menyentuh bagian dalam tutup maupun dinding wadah. Kontak langsung bisa memindahkan bakteri atau kotoran dari tangan ke dalam sampel.

Simpan Terpisah dari Bahan Lain

Wadah berisi sampel urin sebaiknya disimpan terpisah dari makanan, obat, atau bahan lain di dalam kulkas. Hal ini bertujuan menjaga keamanan dan mencegah risiko pencemaran silang.

Gunakan Sarung Tangan Bila Perlu

Bagi tenaga medis atau petugas laboratorium, penggunaan sarung tangan saat menangani sampel dapat membantu menjaga kebersihan serta mengurangi risiko paparan terhadap cairan tubuh pasien.

Kesimpulan

Menyimpan sampel urin dalam sterile container memerlukan perhatian khusus agar tidak terkontaminasi. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan, menutup wadah rapat, menyimpan pada suhu tepat, dan menghindari paparan cahaya, keakuratan hasil pemeriksaan dapat terjamin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *