Urine cytology fixative memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan sel untuk analisis sitologi.

Kesalahan Umum saat Menggunakan Urine Cytology Fixative di Laboratorium

Urine cytology fixative memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan sel untuk analisis sitologi. Namun, penggunaan yang tidak tepat di laboratorium sering kali menurunkan kualitas sampel. Mengetahui kesalahan umum dapat membantu tenaga medis dan analis laboratorium menghindari hasil diagnostik yang keliru.

Penggunaan Wadah yang Tidak Steril

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penggunaan wadah yang tidak sepenuhnya steril. Hal ini dapat menyebabkan kontaminasi mikroba yang merusak sel dan mengaburkan gambaran sitologi.

Rasio Fixative dan Urin yang Tidak Tepat

Rasio antara urin dan fixative harus dijaga sesuai pedoman. Jika fixative terlalu sedikit, sel tidak terawetkan dengan baik. Sebaliknya, jika terlalu banyak, konsentrasi sel menjadi terlalu encer sehingga sulit diamati.

Keterlambatan Penambahan Fixative

Menunda penambahan fixative setelah pengambilan urin adalah kesalahan umum lainnya. Sel yang dibiarkan dalam kondisi alami akan cepat rusak akibat enzim atau bakteri.

Pencampuran Sampel yang Tidak Merata

Beberapa teknisi hanya menambahkan fixative tanpa mengocok perlahan wadah. Padahal, pencampuran yang merata penting agar semua bagian urin terawetkan dengan baik.

Penyimpanan pada Suhu yang Tidak Sesuai

Kesalahan lain adalah menyimpan sampel pada suhu yang terlalu panas atau dingin. Suhu ekstrem bisa mengurangi efektivitas fixative dan menyebabkan kerusakan struktur sel.

Wadah Tidak Tertutup Rapat

Kadang-kadang wadah tidak ditutup dengan benar, sehingga udara luar masuk dan memengaruhi kualitas fixative. Hal ini juga bisa meningkatkan risiko tumpahan atau kontaminasi.

Pemberian Label yang Tidak Lengkap

Label yang tidak jelas atau tidak lengkap sering menjadi masalah. Informasi penting seperti nama pasien, tanggal, dan jenis fixative sangat krusial untuk menghindari kesalahan interpretasi.

Penggunaan Fixative Kedaluwarsa

Fixative yang sudah melewati masa pakai akan kehilangan efektivitasnya. Namun, karena keterbatasan stok, beberapa laboratorium tetap menggunakannya, yang berpotensi menurunkan kualitas sampel.

Penyimpanan Terlalu Lama Sebelum Analisis

Walau fixative memperpanjang umur simpan sel, penyimpanan terlalu lama tetap dapat mengubah morfologi. Laboratorium harus mengikuti batas waktu penyimpanan yang dianjurkan.

Kurangnya Pelatihan Tenaga Laboratorium

Sebagian besar kesalahan teknis terjadi akibat kurangnya pemahaman staf laboratorium mengenai SOP penggunaan fixative. Pelatihan yang baik dapat mengurangi kesalahan ini.

Penggunaan Fixative yang Tidak Sesuai Jenis Sampel

Tidak semua jenis fixative cocok untuk semua analisis. Salah memilih jenis fixative dapat mengganggu pemeriksaan sitologi atau mengurangi sensitivitas hasil diagnostik.

Kebersihan Area Kerja yang Buruk

Area kerja laboratorium yang tidak steril dapat memengaruhi kualitas sampel meski fixative sudah digunakan. Debu, mikroba, atau cairan lain bisa mencemari sampel urin.

Kendala dalam Transportasi Sampel

Jika sampel dengan fixative harus dikirim ke laboratorium lain, kesalahan dalam transportasi, seperti wadah terguncang berlebihan atau suhu tidak stabil, bisa merusak sampel.

Kesimpulan

Kesalahan dalam penggunaan urine cytology fixative sering kali berakar pada prosedur yang kurang tepat dan kelalaian teknis. Dengan memahami kesalahan umum ini, laboratorium dapat meningkatkan kualitas penyimpanan sampel dan memastikan hasil diagnosis lebih akurat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *