Fixative merupakan cairan khusus yang digunakan dalam pemeriksaan sitologi urin untuk menjaga agar sel-sel tetap utuh dan tidak mengalami kerusakan.

Cara Kerja Fixative dalam Mencegah Kerusakan Sel pada Sampel Urin

Fixative merupakan cairan khusus yang digunakan dalam pemeriksaan sitologi urin untuk menjaga agar sel-sel tetap utuh dan tidak mengalami kerusakan. Tanpa perlindungan dari fixative, sel dalam urin akan cepat terdegradasi, sehingga hasil analisis menjadi tidak akurat dan berisiko menimbulkan salah diagnosis.

Prinsip Dasar Fixative

Fixative bekerja dengan cara menghentikan aktivitas biologis yang bisa merusak sel. Proses autolisis atau penghancuran diri oleh enzim dalam sel dapat terjadi segera setelah sel terlepas dari tubuh. Dengan adanya fixative, proses ini dapat dihentikan sehingga struktur sel lebih stabil.

Pengaruh terhadap Enzim

Salah satu fungsi penting fixative adalah menonaktifkan enzim proteolitik yang berfungsi memecah protein dalam sel. Bila enzim ini dibiarkan aktif, sel akan hancur dengan cepat, terutama pada sampel urin yang dibiarkan terlalu lama sebelum dianalisis.

Mencegah Pertumbuhan Mikroorganisme

Selain enzim, keberadaan bakteri dalam urin juga bisa mempercepat kerusakan sel. Fixative membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga sampel tetap steril lebih lama. Hal ini memastikan tidak ada artefak atau gangguan yang dapat memengaruhi hasil analisis.

Menjaga Bentuk Morfologi Sel

Morfologi atau bentuk sel merupakan indikator utama dalam pemeriksaan sitologi. Fixative menjaga agar inti dan sitoplasma sel tetap jelas terlihat di bawah mikroskop. Tanpa fixative, sel dapat menyusut, pecah, atau berubah bentuk sehingga sulit diinterpretasikan.

Stabilisasi Struktur Protein

Fixative mengikat protein dalam sel sehingga strukturnya lebih stabil. Proses ini membuat komponen internal sel tetap utuh meskipun sudah berada di luar tubuh. Inilah yang memungkinkan dokter melihat detail penting dari sel urin.

Pencegahan Perubahan pH

Sampel urin yang dibiarkan terlalu lama bisa mengalami perubahan pH, yang berdampak pada kerusakan sel. Fixative membantu menstabilkan kondisi sampel sehingga perubahan pH tidak terlalu memengaruhi kualitas sel yang diperiksa.

Efek terhadap Pewarnaan Mikroskopis

Fixative juga berperan dalam mempersiapkan sel untuk proses pewarnaan. Sel yang sudah difiksasi lebih mudah menyerap zat pewarna, sehingga struktur inti dan sitoplasma tampak lebih kontras saat dianalisis dengan mikroskop.

Waktu Penambahan Fixative

Fixative harus ditambahkan segera setelah sampel urin dikumpulkan. Semakin lama penundaan, semakin besar risiko kerusakan sel. Dengan penambahan fixative sejak awal, kualitas sel bisa tetap terjaga hingga sampai ke laboratorium.

Jenis Fixative yang Umum Digunakan

Beberapa jenis fixative yang sering digunakan antara lain alkohol, formalin, dan cairan khusus yang diformulasikan untuk sitologi urin. Pemilihan jenis fixative bergantung pada kebutuhan pemeriksaan serta teknik laboratorium yang digunakan.

Kelebihan Fixative Cairan Komersial

Saat ini tersedia fixative dalam bentuk cairan komersial yang siap pakai. Keunggulannya adalah lebih aman, tidak berbau tajam seperti formalin, serta dapat digunakan langsung tanpa pengenceran. Hal ini membuat proses pengumpulan sampel lebih praktis.

Keterbatasan Fixative

Meskipun penting, fixative juga memiliki keterbatasan. Beberapa bahan fixative bisa mengubah warna sampel atau memengaruhi hasil pemeriksaan kimia urin. Oleh karena itu, penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan analisis.

Peran dalam Diagnosis Penyakit

Fixative memungkinkan deteksi dini berbagai penyakit melalui sitologi urin, termasuk infeksi, kanker kandung kemih, dan kelainan metabolik. Tanpa fixative, banyak sel abnormal yang mungkin tidak dapat diidentifikasi dengan baik.

Penting untuk Transportasi Sampel

Bagi rumah sakit atau klinik yang tidak memiliki fasilitas laboratorium lengkap, fixative sangat membantu dalam menjaga kualitas sampel selama transportasi jarak jauh. Sampel yang difiksasi bisa bertahan lebih lama sebelum dianalisis.

Kesimpulan

Fixative adalah komponen krusial dalam pemeriksaan sitologi urin. Dengan mekanisme kerjanya yang menonaktifkan enzim, menghambat mikroorganisme, serta menjaga struktur sel, fixative memastikan hasil analisis lebih akurat dan dapat diandalkan. Perannya sangat vital dalam dunia diagnostik modern.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *