Nitrite Test Strip merupakan alat yang banyak digunakan dalam pemeriksaan urin untuk mendeteksi adanya bakteri penyebab infeksi saluran kemih (ISK). Hasil tes dapat berupa positif maupun negatif, namun penting untuk memahami bahwa berbagai faktor bisa memengaruhi keakuratan hasil.
Waktu Retensi Urin di Kandung Kemih
Nitrit terbentuk ketika bakteri tertentu mengubah nitrat dalam urin. Proses ini membutuhkan waktu beberapa jam. Jika seseorang sering buang air kecil atau sampel urin diambil terlalu cepat, kandungan nitrit mungkin tidak terbentuk cukup banyak sehingga hasil menjadi negatif palsu.
Jenis Bakteri yang Menyebabkan Infeksi
Tidak semua bakteri penyebab ISK mampu mengubah nitrat menjadi nitrit. Bakteri gram-negatif seperti E. coli biasanya menghasilkan nitrit, sedangkan bakteri gram-positif atau Pseudomonas dapat memberikan hasil negatif meski infeksi tetap ada.
Kadar Nitrat dalam Urin
Nitrat adalah bahan dasar untuk pembentukan nitrit. Jika asupan makanan rendah nitrat, seperti sayuran berdaun hijau, jumlah nitrat dalam urin bisa minim sehingga hasil tes tidak menunjukkan adanya nitrit meskipun terdapat bakteri.
Kebersihan Sampel Urin
Kontaminasi sampel oleh bakteri dari luar, seperti dari kulit atau alat penampung yang tidak steril, bisa menyebabkan hasil positif palsu. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan wadah steril dan teknik pengambilan midstream urine.
Waktu Pembacaan Strip
Nitrite Test Strip harus dibaca pada waktu yang direkomendasikan pabrikan, biasanya 1–2 menit setelah dicelupkan. Membaca terlalu cepat bisa melewatkan perubahan warna, sedangkan menunggu terlalu lama dapat memunculkan hasil palsu.
Kondisi Penyimpanan Strip
Strip yang disimpan di tempat lembap, terkena sinar matahari langsung, atau melewati masa kedaluwarsa akan mengalami penurunan sensitivitas. Hal ini meningkatkan risiko hasil negatif palsu.
Konsumsi Antibiotik
Penggunaan antibiotik sebelum pemeriksaan bisa membunuh atau menekan jumlah bakteri di saluran kemih. Akibatnya, meski masih ada infeksi, hasil Nitrite Test Strip dapat terbaca negatif.
Konsumsi Cairan dalam Jumlah Banyak
Minum air dalam jumlah besar sebelum pemeriksaan dapat mengencerkan urin, sehingga kadar nitrit menjadi terlalu rendah untuk terdeteksi. Hal ini sering menjadi penyebab utama hasil negatif palsu.
Keberadaan Vitamin C Tinggi dalam Urin
Kadar vitamin C (asam askorbat) yang tinggi dalam urin dapat mengganggu reaksi kimia pada strip. Interferensi ini sering menghasilkan hasil negatif palsu meskipun sebenarnya terdapat bakteri.
Pengaruh pH Urin
Nitrit lebih stabil pada kondisi urin dengan pH netral hingga sedikit basa. Jika urin terlalu asam, misalnya akibat pola makan tertentu, stabilitas nitrit bisa berkurang sehingga hasil tes sulit terbaca positif.
Waktu Inkubasi Bakteri
Jumlah bakteri dalam urin harus cukup banyak agar strip dapat mendeteksinya. Jika infeksi masih dalam tahap awal, konsentrasi bakteri mungkin belum cukup menghasilkan nitrit yang terukur.
Interferensi dari Zat Kimia Lain
Beberapa obat atau senyawa kimia dalam urin dapat bereaksi dengan reagen pada strip, menghasilkan perubahan warna yang salah. Kondisi ini bisa menyebabkan hasil positif palsu.
Kombinasi dengan Tes Lain
Karena berbagai faktor dapat memengaruhi hasil, Nitrite Test Strip sering digunakan bersamaan dengan Leukocyte Esterase Test untuk meningkatkan akurasi diagnosis ISK. Hasil keduanya dapat memberikan gambaran yang lebih jelas.
Kesimpulan
Hasil Nitrite Test Strip, baik positif maupun negatif, tidak boleh langsung dijadikan dasar diagnosis tanpa mempertimbangkan faktor lain. Kondisi pasien, teknik pemeriksaan, dan faktor eksternal sangat memengaruhi hasil. Konsultasi medis tetap diperlukan untuk memastikan adanya infeksi dan menentukan langkah terapi yang tepat.
