Prosedur steril sangat krusial dalam pengambilan sampel urin untuk kultur. Kesalahan dalam kebersihan dapat mengakibatkan kontaminasi, menghasilkan data laboratorium yang menyesatkan, dan memperlambat diagnosis serta terapi yang tepat.
Tujuan Pemeriksaan Kultur Urin
Kultur urin bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme penyebab infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, sampel yang dikumpulkan harus benar-benar mewakili kondisi di saluran kemih, bukan tercampur mikroba dari luar.
Persiapan Pasien Sebelum Pengambilan
Pasien harus diberi penjelasan untuk mencuci tangan dan membersihkan area genital menggunakan tisu antiseptik atau air bersih dan sabun. Proses ini membantu mengurangi jumlah flora normal di permukaan kulit.
Teknik Midstream Clean-Catch
Pasien diminta untuk mulai buang air kecil terlebih dahulu, lalu menampung urin dari aliran tengah ke dalam urine culture bottle. Awal dan akhir aliran urin tidak digunakan untuk menghindari kontaminasi.
Gunakan Sarung Tangan Medis
Petugas yang menangani sampel wajib mengenakan sarung tangan sekali pakai untuk menjaga kebersihan, baik saat menyerahkan wadah steril kepada pasien maupun saat menerima kembali botol yang sudah berisi.
Botol Harus Benar-benar Steril
Urine culture bottle tidak boleh dibuka sebelumnya dan bagian dalamnya tidak boleh tersentuh. Segel atau tutup harus dibuka hanya saat pengambilan sampel, kemudian segera ditutup kembali setelahnya.
Hindari Menyentuh Bagian Dalam Tutup
Setelah membuka botol, pasien atau petugas tidak boleh menyentuh bagian dalam tutup ataupun leher botol. Sentuhan langsung bisa membawa kuman yang akan mencemari sampel.
Volume Sampel yang Diperlukan
Kebanyakan urine culture bottle membutuhkan sekitar 3–10 ml urin. Jumlah ini cukup untuk proses kultur dan memudahkan analisis mikrobiologi tanpa mengubah kondisi media di dalam botol.
Waktu Ideal Pengambilan
Sampel sebaiknya diambil dari urin pertama di pagi hari karena kandungan bakterinya lebih pekat. Namun, bila tidak memungkinkan, waktu lain juga diperbolehkan dengan tetap menjaga sterilitas.
Penutupan dan Labelisasi
Setelah urin ditampung, segera tutup botol dengan rapat dan tempelkan label yang memuat identitas pasien, tanggal, dan waktu pengambilan. Label harus jelas dan tidak mudah terhapus.
Penyimpanan Sebelum Dikirim
Sampel yang tidak segera dianalisis harus disimpan di lemari pendingin pada suhu 2–8°C. Penyimpanan yang tidak tepat bisa merusak sampel atau mengubah populasi mikroba.
Pengiriman ke Laboratorium
Usahakan untuk mengirim sampel ke laboratorium dalam waktu maksimal 2 jam setelah pengambilan. Semakin cepat dianalisis, semakin tinggi kemungkinan hasil kultur mencerminkan kondisi sebenarnya.
Hindari Antibiotik Sebelum Tes
Pasien dianjurkan tidak mengonsumsi antibiotik minimal 48 jam sebelum tes kecuali dalam kondisi darurat. Antibiotik dapat membunuh bakteri di urin dan menyebabkan hasil kultur negatif palsu.
Perhatian untuk Populasi Khusus
Untuk anak-anak atau pasien yang tidak bisa memberikan sampel sendiri, dapat digunakan kantong urin steril atau dilakukan kateterisasi oleh tenaga medis berpengalaman, tetap dengan prinsip steril.
Kesimpulan: Disiplin dalam Protokol Steril
Setiap langkah dalam prosedur pengambilan urin untuk kultur harus dilakukan dengan disiplin tinggi terhadap prinsip steril. Kesalahan kecil bisa berakibat besar pada hasil diagnosis dan pengobatan.
