Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta segera setelah embrio berhasil menempel pada dinding rahim.

Fungsi Hormon hCG dan Perannya dalam Tes Kehamilan

Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta segera setelah embrio berhasil menempel pada dinding rahim. Hormon ini menjadi salah satu penanda penting terjadinya kehamilan karena hanya muncul pada kondisi tertentu.

Kapan Hormon hCG Mulai Terbentuk?

Hormon hCG mulai diproduksi sekitar 6–10 hari setelah pembuahan. Setelah terbentuk, kadar hormon ini meningkat dengan cepat pada awal kehamilan dan mencapai puncaknya sekitar minggu ke-10, sebelum perlahan menurun dan stabil.

Fungsi Utama Hormon hCG pada Kehamilan

Fungsi utama hCG adalah menjaga produksi hormon progesteron dan estrogen yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Tanpa hCG, tubuh bisa mengalami penurunan progesteron yang dapat mengganggu perkembangan janin.

hCG dan Dukungan Terhadap Plasenta

Selain mempertahankan hormon kehamilan, hCG juga berperan dalam mendukung perkembangan plasenta. Hormon ini membantu memastikan pasokan nutrisi ke janin tetap optimal pada tahap awal kehamilan.

hCG Sebagai Penanda Kehamilan

Karena hanya diproduksi saat kehamilan, hCG menjadi indikator utama yang digunakan pada tes kehamilan. Baik tes urin maupun tes darah memanfaatkan deteksi hormon ini untuk menentukan apakah seseorang sedang hamil.

Mengapa hCG Dapat Terdeteksi pada Urin dan Darah?

Hormon hCG yang diproduksi oleh plasenta akan masuk ke aliran darah dan akhirnya keluar melalui urin. Inilah yang memungkinkan tes kehamilan mendeteksi hormon ini dengan cara yang sederhana dan non-invasif.

Tingkat Kadar hCG pada Awal Kehamilan

Kadar hCG meningkat dua kali lipat setiap 48–72 jam pada awal kehamilan. Pola peningkatan ini menjadi salah satu cara dokter menilai perkembangan kehamilan, terutama pada pemeriksaan darah.

hCG dalam Tes Urine hCG Rapid Test

Tes kehamilan berbasis urin menggunakan strip atau kaset yang mendeteksi keberadaan hCG. Jika hormon ini ditemukan, biasanya muncul dua garis pada alat tes sebagai tanda positif hamil.

hCG dalam Tes Darah

Tes darah bisa mendeteksi hCG lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan tes urin. Tes ini juga bisa mengukur kadar hCG secara kuantitatif sehingga dapat membantu memantau perkembangan kehamilan.

Kondisi yang Bisa Mempengaruhi Kadar hCG

Kadar hCG bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari normal pada kondisi tertentu. Kehamilan ektopik, keguguran, atau masalah pada plasenta bisa memengaruhi jumlah hormon hCG dalam tubuh.

Mengapa Tes Kehamilan Bisa Memberikan Hasil Negatif Palsu?

Jika tes dilakukan terlalu dini sebelum kadar hCG cukup tinggi, hasil negatif palsu bisa muncul. Itulah mengapa dianjurkan melakukan tes setelah terlambat menstruasi minimal satu hari untuk akurasi yang lebih baik.

Apakah Ada Hasil Positif Palsu?

Meskipun jarang, hasil positif palsu bisa terjadi jika tubuh memproduksi hCG akibat obat kesuburan atau kondisi medis tertentu seperti tumor yang menghasilkan hormon ini.

Pentingnya Memahami Peran hCG pada Kehamilan

Mengetahui peran hCG membantu calon ibu memahami pentingnya waktu tes kehamilan dan bagaimana hormon ini mendukung keberhasilan kehamilan. Pemantauan kadar hCG bisa memberikan informasi tentang kesehatan kehamilan pada tahap awal.

Perbedaan Deteksi hCG pada Tes Rumah dan Tes Medis

Tes rumah mendeteksi hCG secara kualitatif (ada atau tidak ada), sedangkan tes medis dapat mendeteksinya secara kuantitatif (berapa kadarnya). Ini yang membuat tes medis lebih akurat pada tahap awal kehamilan.

Kesimpulan: hCG Adalah Kunci Deteksi Kehamilan

Hormon hCG memiliki peran penting dalam mempertahankan kehamilan sekaligus menjadi indikator utama pada tes kehamilan. Dengan memahami bagaimana hormon ini bekerja, Anda dapat memilih waktu yang tepat untuk melakukan tes dan memastikan kehamilan terdeteksi secara akurat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *